Category Archives: Berita

Faperta Untan Gelar Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE, Hadirkan Narasumber dari IPB University

Pontianak, 21 November 2024 – Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan) sukses mengadakan workshop penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Rabu, 20 November 2024. Bertempat di Hotel Orchard Perdana, acara ini menghadirkan narasumber dari IPB University, Dr. Ir. Dwi Rachmina, M.Si., seorang pakar dalam implementasi OBE di pendidikan tinggi.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Faperta Untan, Prof. Dr. Ir. Denah Suswati, M.P., IPU, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penerapan OBE dalam menunjang kualitas pendidikan tinggi, khususnya untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis.

Workshop ini diikuti oleh seluruh dosen pengajar mata kuliah di lingkungan Faperta Untan. Materi yang disampaikan oleh narasumber mencakup landasan dasar penerapan OBE, teknik dan strategi penyusunan RPS berbasis OBE, hingga analisis mendalam terhadap beberapa RPS sebagai studi kasus.

“Outcome-Based Education adalah pendekatan yang berfokus pada kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa di akhir pembelajaran, sehingga sistem pendidikan harus diatur untuk mendukung pencapaian kompetensi tersebut,” ujar Dr. Dwi Rachmina.

Penyusunan RPS berbasis OBE ini diselaraskan dengan Panduan Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi Mendukung Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang diterbitkan oleh Belmawa-Dikti pada tahun 2024. Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam bagi para dosen agar dapat mentransformasi sistem pembelajaran sesuai aturan dan kebutuhan pendidikan saat ini.

Diharapkan, hasil dari workshop ini akan mempermudah dosen dalam menyusun dan mengimplementasikan RPS berbasis OBE, sehingga menciptakan proses perkuliahan yang lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Faperta Untan dalam mendukung visi Merdeka Belajar-Kampus Merdeka menuju Indonesia Emas 2045.

Sosialisasi Inpres 6/2019 RAN KSB dalam rangka Akselarasi Penyusunan RAD KSB

Pontianak, 21 November 2024 – Dalam rangka akselerasi penyusunan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB), telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Instruksi Presiden No.6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) pada 18–20 November 2024. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, serta organisasi masyarakat sipil (CSOs), sebagai bentuk pendekatan multipihak yang inklusif.

Pada kesempatan tersebut, dosen Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Agus Ruliyansyah, SP, M.Si, turut mempresentasikan draf RAD KSB hasil kerja kelompok. Presentasi ini menyoroti strategi dan peta jalan yang dirancang untuk meningkatkan praktik pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di daerah tersebut.

“RAD KSB menjadi acuan strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, CSOs, dan lembaga pembangunan internasional untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan kelapa sawit yang lebih baik, berkelanjutan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Agus Ruliyansyah dalam paparannya.

RAD KSB dirancang untuk memberikan panduan konkret dalam perbaikan produksi, pengelolaan, dan pemanfaatan kelapa sawit secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan penguatan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global.

Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ajang diskusi dan koordinasi antara berbagai pihak guna mempercepat implementasi RAN-KSB di tingkat daerah, khususnya di Kalimantan Barat. Dengan tersusunnya RAD KSB, diharapkan pengembangan kelapa sawit di daerah dapat berjalan secara efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan langkah signifikan dalam memastikan kelapa sawit Indonesia terus menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

Mahasiswa D3 BTP Lakukan Observasi Komoditas Karet dan Kelapa Sawit di Sambas

Pontianak 21 November 2024 – Himpunan Mahasiswa Perkebunan (Himbun Sukses) sukses melaksanakan kegiatan Observasi 2024 yang berlangsung pada 15-17 November di Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dirancang sebagai kolaborasi antara dosen Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan (BTP) dan pengurus Himbun.

Tahun ini, Observasi 2024 difokuskan pada pembelajaran komoditas unggulan daerah, yaitu karet dan kelapa sawit, dengan lokasi kegiatan di Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Buluh Serumpun. Kegiatan ini diikuti oleh 84 mahasiswa dari tiga angkatan (2022, 2023, dan 2024) serta didampingi oleh 6 dosen prodi.

Acara resmi dibuka oleh Kepala Desa Gapura, Arwan, yang menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya desa mereka sebagai lokasi kegiatan edukasi ini. Selama observasi, mahasiswa didampingi oleh Ramli, Ketua UPPB Buluh Serumpun, yang memberikan wawasan mengenai pengelolaan hasil karet dan sawit di wilayah tersebut.

Mahasiswa tidak hanya melakukan kunjungan lapangan ke kebun karet dan kelapa sawit, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para petani setempat untuk menggali informasi terkait budidaya, pengelolaan, dan pemasaran komoditas. Hal ini memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami proses dari hulu hingga hilir di sektor perkebunan.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Mutakab dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas, yang memberikan materi mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan komoditas perkebunan di daerah.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa, karena mereka dapat belajar langsung dari praktik lapangan dan berdiskusi dengan petani serta pelaku usaha lokal,” ujar salah satu dosen pendamping.

Observasi 2024 juga dirangkaikan dengan kegiatan praktikum lapangan, yang menambah dimensi pembelajaran secara langsung di lapangan. Program ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk menunjang profesi mereka di sektor perkebunan ke depan.

Supriyanto selaku Katua Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini, termasuk masyarakat Desa Gapura, pemerintah daerah, serta seluruh peserta dan pendamping. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang andal dan berkompeten di bidang perkebunan.

Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Gelar Diseminasi Hasil Penelitian dan PKM Tahun 2024

Pontianak, 13 November 2024. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Untan) mengadakan kegiatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) untuk tahun anggaran 2024 di Hotel Orchard Perdana Pontianak (13/11/2024). Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof. Dr. Ir. Denah Suswati, MP, dan dihadiri oleh para dosen, mahasiswa pasca, serta praktisi di bidang pertanian.

Kegiatan diseminasi ini bertujuan untuk memaparkan hasil-hasil penelitian dan program PKM yang dilakukan oleh para dosen Fakultas Pertanian. Dalam rangkaian acara, program studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan mempresentasikan tiga hasil penelitian dan dua program PKM yang telah diselesaikan.

Judul-judul penelitian yang dipaparkan dalam diseminasi ini antara lain:

  1. Inventarisasi dan Analisis Hambatan Peningkatan Produktivitas Pinang di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya,
  2. Induksi Mutasi Lada dengan Radiasi Sinar Gamma, dan
  3. Penapisan Jamur Antagonis Ganoderma dari Tanaman Palmae di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Selain itu, untuk program pengabdian kepada masyarakat, dipresentasikan dua judul PKM, yakni:

  1. In Site Learning: Inventarisasi Permasalahan Petani Karet di Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, dan
  2. Penerapan Sistem Informasi di UPPB Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas.

Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peneliti dan para peserta yang hadir. Para dosen berharap hasil penelitian dan PKM ini dapat memberikan manfaat bagi para petani di wilayah Kalimantan Barat dan dapat menjadi langkah awal peningkatan sektor pertanian di daerah tersebut.

Lokakarya Peningkatan Peringkat Jurnal Menuju Scopus

Pontianak, 31 Oktober 2024. Universitas Tanjungpura (UNTAN) baru saja menyelenggarakan lokakarya untuk meningkatkan kualitas dan peringkat jurnal-jurnal lokal agar bisa terindeks di jurnal internasional bereputasi tinggi, khususnya Scopus (30/10/2024). Acara ini diikuti oleh pengelola jurnal dari berbagai fakultas di UNTAN dan universitas mitra, termasuk pengelola Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika yang saat ini terakreditasi SINTA 5.

Lokakarya ini dibuka oleh Dr. rer. nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNTAN. Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, ST, MSc, PhD, IPM, ASEAN ENG., yang merupakan pakar riset dan teknologi dari KIPMI serta Asesor Akreditasi Jurnal DIKTI.

Dalam lokakarya ini, para peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan jurnal, persiapan akreditasi nasional, dan langkah-langkah menuju indeksasi Scopus. Melalui sesi coaching clinic dan simulasi penilaian akreditasi, pengelola jurnal seperti Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika diharapkan dapat memperkuat kualitas dan mencapai akreditasi yang lebih tinggi, serta membuka peluang untuk indeksasi internasional di masa depan.

24 Lulusan Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Wisuda, Beberapa Raih Prestasi Spesial

Pontianak, 24 Oktober 2024. Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura resmi meluluskan 24 mahasiswa pada periode wisuda kali ini. Dari jumlah tersebut, 14 lulusan berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan masa studi 3 tahun. Di antara mereka, Aisyah mencatat prestasi gemilang sebagai lulusan tercepat dengan masa studi 2 tahun, 10 bulan, dan 11 hari serta meraih IPK 3,34. Aisyah mengungkapkan kesannya selama berkuliah. “Sangat menyenangkan bisa mengenal banyak hal baru, apalagi mendapat teman-teman yang baik dan para dosen yang sangat peduli kepada mahasiswanya. Kami selalu dibimbing dalam mengerjakan tugas akhir. Semoga Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan semakin sukses. Terima kasih kepada bapak dan ibu dosen yang telah membimbing kami selama berkuliah,” ungkapnya.

Selain Aisyah, prestasi akademik juga ditorehkan oleh Pelagia Agustin yang berhasil lulus dengan IPK tertinggi, yaitu 3,51. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi dan komitmen para lulusan dalam menempuh pendidikan yang berkualitas di bidang budidaya tanaman perkebunan.

Hal yang spesial dalam wisuda kali ini adalah salah satu lulusan, Krista Mardela, yang sudah diterima bekerja di perusahaan perkebunan terkemuka, PT. Ichiko, bahkan sebelum diwisuda. Krista yang lulus dengan IPK 3,12, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan cepat mendapat pekerjaan. “Senang kuliah di Perkebunan, cepat dapat kerja dan kurikulumnya sudah cocok, sesuai dengan yang diperlukan di tempat kerja,” ujar Krista.

Kesuksesan para lulusan ini menjadi bukti bahwa Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan tidak hanya mampu mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri. Keberhasilan mereka diharapkan dapat memberi dampak positif bagi sektor perkebunan dan pembangunan pertanian di Indonesia.

PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Jalin Kerja Sama Pengembangan Penelitian Multisektor untuk Penanganan Limbah Tailing dan Penguatan TJSL

Pontianak, 30 September 2024 – PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Faperta Untan (D3 BTP Faperta Untan) menandatangani Rencana Pelaksanaan Kegiatan atau yang dalam Bahasa inggrisnya dikenal sebagai Implementation of Arragement (IA) terkait pengembangan penelitian multisektor yang berfokus pada penanganan dan pemanfaatan limbah tailing. Selain itu, kerja sama ini juga mengedepankan penguatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah kerja PT BAI melalui pemetaan sosial, ekonomi, serta pendidikan yang berkelanjutan.

Acara penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di Lantai 3, Gedung Rektorat Untan pada hari Senin, 30 September 2024, pukul 10.00-11.30 WIB. Hadir dalam acara ini perwakilan dari PT BAI, Wakil Rektor 4 Wakil Rektor Bidang Perencanaan & Kerja Sama dan LPPM Untan serta jajaran pimpinan fakultas yang terlibat dalam penelitian. Beberapa program studi yang turut menandatangani Implementation of Agreement (IA) termasuk Prodi Teknik Lingkungan, Prodi Kimia FMIPA, Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan (D3 BTP), dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untan. Bapak Dr Supriyanto, beliau bisa dipanggil Pak Supri mengatakan melalui sambungan telpon pada saat di Mekkah, mengapresiasi kerjasama ini, dimana kerjasama ini bisa membantu meningkat Akreditasi Prodi D3 BTP Untan menuju Prodi yang terakreditasi Unggul. Hal ini juga diaminkan oleh Bapak Agus Ruliyansyah, SP., MSi, yang biasa disapa dengan nama Agus, pada saat acara selaku perwakilan yang hadir dan menandatangani dokumen IA, yang akan memberikan nilai positif bagi pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T. selaku WR4 Universitas Tanjungpura, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memajukan penelitian berbasis lingkungan dan sosial. “Kami berharap bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan di sekitar wilayah operasi PT BAI,” ujarnya.

Direktur PT Borneo Alumina Indonesia menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kerja sama dengan LPPM Untan ini merupakan bagian dari visi kami untuk tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

Kerja sama ini mencakup sejumlah program penelitian dan pengembangan teknologi untuk pengelolaan limbah tailing, yang sering menjadi tantangan besar dalam industri pertambangan. Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan penelitian tentang dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan operasional PT BAI di wilayah tersebut, dengan tujuan menciptakan model keberlanjutan yang efektif.

Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara sektor industri, pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.

Kalara Borneo berkolaborasi dengan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan, Faperta Untan terkait pengembangan Potensi Tanaman di Lahan Gambut dan Agroforestri Kakao dan Karet

Pontianak, 27 September 2024 – Kolaborasi strategis antara Kalara Borneo dan Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubator Bisnis Teknologi (PPIIBT) Universitas Tanjungpura (Untan) tengah dipersiapkan dengan serius. Rencana ini bermula dari diskusi yang dipicu oleh artikel ilmiah yang ditulis oleh tim peneliti yang terdiri dari Sari Afriani, Nora Idiawati, Lia Destiarti, dan Lucy Arianie. Artikel tersebut berjudul “Uji Aktivitas Antioksidan Daging Buah Asam Paya (Eleiodoxa conferta Burret) dengan Metode DPPH dan Tiosianat” dan berhasil menarik perhatian Yohana Tamara Yunisa, CEO & Founder Kalara Borneo.

Yohana Tamara Yunisa yang bisa di panggil ara, melalui komunikasi yang sudah terjalin dengan baik dengan Fahrurajie, Ketua PPIIBT Untan, akhirnya bersepakat untuk membuka ruang diskusi untuk mengembangkan potensi Tanaman Asam Maram di lahan gambut dan Agroforestri Kakao. Diskusi tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi dan peluang budidaya tanaman, tetapi juga riset serta inovasi di sektor agroforestri, menarik minat banyak peneliti untuk terjun dan terlibat langsung dalam penelitian dalam menjawab beberapa pertanyaan seperti apakah asam maram bisa di budidayakan? Bagaimana hubungan asosiasi antar mikroba dan asam maram di lahan gambut? Bagaimana kombinasi penanaman karet dan kakao dalam sistem agroforestri mempengaruhi produktivitas kedua komoditas tersebut? Bagaimana agroforestri berbasis karet dan kakao mempengaruhi mikroklimat lokal dan efisiensi penggunaan air di lahan pertanian? Bagaimana interaksi antara tanaman karet dan kakao dalam sistem agroforestri mempengaruhi resistensi terhadap hama dan penyakit?

Dalam pertemuan tersebut, hadir beberapa tokoh penting, seperti Dr. Ir. Hanna Artuti Ekamawanti, M.Si, seorang pakar tanaman eksotik dan mikroba hutan gambut, Kiki Prio Utomo, S.T., M.Sc., Ketua PPIIBT Untan serta Muhammad Pramulya, perwakilan Dosen D3 Budidaya Tanaman Perkebunan dari Fakultas Pertanian Untan. Kiki menilai pertemuan ini sebagai langkah awal untuk membangun roadmap riset jangka panjang bersama yang akan menjadi solusi bagi pengembangan berkelanjutan komoditas local.

Kalara Borneo, yang telah dikenal sebagai produsen sirup Asam Maram dan produk cokelat unggulan, kini berencana memanfaatkan hasil riset ini untuk memperluas hilirisasi komoditas lokal dari hutan non-kayu. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan budidaya berkelanjutan, memperkuat ekonomi masyarakat, dan menjaga kelestarian hutan gambut Kalimantan.

Pengabdian Masyarakat Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan: Tingkatkan Pengelolaan Komoditas Karet di Kalimantan Barat

Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam produksi komoditas karet. Sebagai salah satu sumber daya alam yang penting bagi perekonomian daerah, pengelolaan karet secara optimal sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Dalam upaya mendukung pengelolaan karet di daerah ini, pada tanggal 20 dan 21 Sepetember 2024, Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Gapura, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas. Kegiatan yang bertajuk “In Site Learning dan Penerapan Sistem Informasi untuk Pengelolaan Komoditas Karet di UPPB Buluh Serumpun” ini dihadiri oleh para pengurus Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Buluh Serumpun serta petani karet setempat.

PKM tersebut berfokus pada pembelajaran langsung di lapangan dan penggunaan sistem informasi untuk mempermudah pengelolaan karet, mulai dari proses budidaya hingga pemasaran. Dengan adanya sistem informasi yang terintegrasi, diharapkan petani dan pengurus UPPB dapat mengoptimalkan produksi dan penjualan karet mereka.

Para peserta, terutama petani karet, sangat antusias mengikuti serangkaian acara yang diselenggarakan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai teknologi dan manajemen komoditas karet, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi pertanian di Kalimantan Barat.

Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diberikan oleh pihak akademisi, diharapkan komoditas karet Kalimantan Barat semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar global, sekaligus meningkatkan taraf hidup para petani karet di wilayah tersebut.