Pontianak, 21 November 2024 – Dalam rangka akselerasi penyusunan Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD KSB), telah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Instruksi Presiden No.6/2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAN-KSB) pada 18–20 November 2024. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, serta organisasi masyarakat sipil (CSOs), sebagai bentuk pendekatan multipihak yang inklusif.
Pada kesempatan tersebut, dosen Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Agus Ruliyansyah, SP, M.Si, turut mempresentasikan draf RAD KSB hasil kerja kelompok. Presentasi ini menyoroti strategi dan peta jalan yang dirancang untuk meningkatkan praktik pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan di daerah tersebut.
“RAD KSB menjadi acuan strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, CSOs, dan lembaga pembangunan internasional untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan kelapa sawit yang lebih baik, berkelanjutan, dan mendukung kesejahteraan masyarakat lokal,” ujar Agus Ruliyansyah dalam paparannya.
RAD KSB dirancang untuk memberikan panduan konkret dalam perbaikan produksi, pengelolaan, dan pemanfaatan kelapa sawit secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan penguatan daya saing komoditas kelapa sawit Indonesia di pasar global.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ajang diskusi dan koordinasi antara berbagai pihak guna mempercepat implementasi RAN-KSB di tingkat daerah, khususnya di Kalimantan Barat. Dengan tersusunnya RAD KSB, diharapkan pengembangan kelapa sawit di daerah dapat berjalan secara efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini merupakan langkah signifikan dalam memastikan kelapa sawit Indonesia terus menjadi komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar internasional sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.

