Monthly Archives: October 2024

Lokakarya Peningkatan Peringkat Jurnal Menuju Scopus

Pontianak, 31 Oktober 2024. Universitas Tanjungpura (UNTAN) baru saja menyelenggarakan lokakarya untuk meningkatkan kualitas dan peringkat jurnal-jurnal lokal agar bisa terindeks di jurnal internasional bereputasi tinggi, khususnya Scopus (30/10/2024). Acara ini diikuti oleh pengelola jurnal dari berbagai fakultas di UNTAN dan universitas mitra, termasuk pengelola Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika yang saat ini terakreditasi SINTA 5.

Lokakarya ini dibuka oleh Dr. rer. nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi UNTAN. Hadir sebagai pembicara utama, Prof. Ir. Meilana Dharma Putra, ST, MSc, PhD, IPM, ASEAN ENG., yang merupakan pakar riset dan teknologi dari KIPMI serta Asesor Akreditasi Jurnal DIKTI.

Dalam lokakarya ini, para peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan jurnal, persiapan akreditasi nasional, dan langkah-langkah menuju indeksasi Scopus. Melalui sesi coaching clinic dan simulasi penilaian akreditasi, pengelola jurnal seperti Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika diharapkan dapat memperkuat kualitas dan mencapai akreditasi yang lebih tinggi, serta membuka peluang untuk indeksasi internasional di masa depan.

24 Lulusan Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Wisuda, Beberapa Raih Prestasi Spesial

Pontianak, 24 Oktober 2024. Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura resmi meluluskan 24 mahasiswa pada periode wisuda kali ini. Dari jumlah tersebut, 14 lulusan berhasil menyelesaikan studi tepat waktu dengan masa studi 3 tahun. Di antara mereka, Aisyah mencatat prestasi gemilang sebagai lulusan tercepat dengan masa studi 2 tahun, 10 bulan, dan 11 hari serta meraih IPK 3,34. Aisyah mengungkapkan kesannya selama berkuliah. “Sangat menyenangkan bisa mengenal banyak hal baru, apalagi mendapat teman-teman yang baik dan para dosen yang sangat peduli kepada mahasiswanya. Kami selalu dibimbing dalam mengerjakan tugas akhir. Semoga Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan semakin sukses. Terima kasih kepada bapak dan ibu dosen yang telah membimbing kami selama berkuliah,” ungkapnya.

Selain Aisyah, prestasi akademik juga ditorehkan oleh Pelagia Agustin yang berhasil lulus dengan IPK tertinggi, yaitu 3,51. Pencapaian ini menunjukkan dedikasi dan komitmen para lulusan dalam menempuh pendidikan yang berkualitas di bidang budidaya tanaman perkebunan.

Hal yang spesial dalam wisuda kali ini adalah salah satu lulusan, Krista Mardela, yang sudah diterima bekerja di perusahaan perkebunan terkemuka, PT. Ichiko, bahkan sebelum diwisuda. Krista yang lulus dengan IPK 3,12, menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan cepat mendapat pekerjaan. “Senang kuliah di Perkebunan, cepat dapat kerja dan kurikulumnya sudah cocok, sesuai dengan yang diperlukan di tempat kerja,” ujar Krista.

Kesuksesan para lulusan ini menjadi bukti bahwa Program Studi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan tidak hanya mampu mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri. Keberhasilan mereka diharapkan dapat memberi dampak positif bagi sektor perkebunan dan pembangunan pertanian di Indonesia.

PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Jalin Kerja Sama Pengembangan Penelitian Multisektor untuk Penanganan Limbah Tailing dan Penguatan TJSL

Pontianak, 30 September 2024 – PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Faperta Untan (D3 BTP Faperta Untan) menandatangani Rencana Pelaksanaan Kegiatan atau yang dalam Bahasa inggrisnya dikenal sebagai Implementation of Arragement (IA) terkait pengembangan penelitian multisektor yang berfokus pada penanganan dan pemanfaatan limbah tailing. Selain itu, kerja sama ini juga mengedepankan penguatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah kerja PT BAI melalui pemetaan sosial, ekonomi, serta pendidikan yang berkelanjutan.

Acara penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di Lantai 3, Gedung Rektorat Untan pada hari Senin, 30 September 2024, pukul 10.00-11.30 WIB. Hadir dalam acara ini perwakilan dari PT BAI, Wakil Rektor 4 Wakil Rektor Bidang Perencanaan & Kerja Sama dan LPPM Untan serta jajaran pimpinan fakultas yang terlibat dalam penelitian. Beberapa program studi yang turut menandatangani Implementation of Agreement (IA) termasuk Prodi Teknik Lingkungan, Prodi Kimia FMIPA, Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan (D3 BTP), dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untan. Bapak Dr Supriyanto, beliau bisa dipanggil Pak Supri mengatakan melalui sambungan telpon pada saat di Mekkah, mengapresiasi kerjasama ini, dimana kerjasama ini bisa membantu meningkat Akreditasi Prodi D3 BTP Untan menuju Prodi yang terakreditasi Unggul. Hal ini juga diaminkan oleh Bapak Agus Ruliyansyah, SP., MSi, yang biasa disapa dengan nama Agus, pada saat acara selaku perwakilan yang hadir dan menandatangani dokumen IA, yang akan memberikan nilai positif bagi pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.

Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T. selaku WR4 Universitas Tanjungpura, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memajukan penelitian berbasis lingkungan dan sosial. “Kami berharap bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan di sekitar wilayah operasi PT BAI,” ujarnya.

Direktur PT Borneo Alumina Indonesia menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kerja sama dengan LPPM Untan ini merupakan bagian dari visi kami untuk tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.

Kerja sama ini mencakup sejumlah program penelitian dan pengembangan teknologi untuk pengelolaan limbah tailing, yang sering menjadi tantangan besar dalam industri pertambangan. Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan penelitian tentang dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan operasional PT BAI di wilayah tersebut, dengan tujuan menciptakan model keberlanjutan yang efektif.

Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara sektor industri, pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.