Pontianak, 30 September 2024 – PT Borneo Alumina Indonesia (PT BAI) dan Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan Faperta Untan (D3 BTP Faperta Untan) menandatangani Rencana Pelaksanaan Kegiatan atau yang dalam Bahasa inggrisnya dikenal sebagai Implementation of Arragement (IA) terkait pengembangan penelitian multisektor yang berfokus pada penanganan dan pemanfaatan limbah tailing. Selain itu, kerja sama ini juga mengedepankan penguatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di wilayah kerja PT BAI melalui pemetaan sosial, ekonomi, serta pendidikan yang berkelanjutan.
Acara penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di Lantai 3, Gedung Rektorat Untan pada hari Senin, 30 September 2024, pukul 10.00-11.30 WIB. Hadir dalam acara ini perwakilan dari PT BAI, Wakil Rektor 4 Wakil Rektor Bidang Perencanaan & Kerja Sama dan LPPM Untan serta jajaran pimpinan fakultas yang terlibat dalam penelitian. Beberapa program studi yang turut menandatangani Implementation of Agreement (IA) termasuk Prodi Teknik Lingkungan, Prodi Kimia FMIPA, Prodi D3 Budidaya Tanaman Perkebunan (D3 BTP), dan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Untan. Bapak Dr Supriyanto, beliau bisa dipanggil Pak Supri mengatakan melalui sambungan telpon pada saat di Mekkah, mengapresiasi kerjasama ini, dimana kerjasama ini bisa membantu meningkat Akreditasi Prodi D3 BTP Untan menuju Prodi yang terakreditasi Unggul. Hal ini juga diaminkan oleh Bapak Agus Ruliyansyah, SP., MSi, yang biasa disapa dengan nama Agus, pada saat acara selaku perwakilan yang hadir dan menandatangani dokumen IA, yang akan memberikan nilai positif bagi pengembangan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Dr. rer.nat. Ir. R. M. Rustamaji, M.T. selaku WR4 Universitas Tanjungpura, dalam sambutannya, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam memajukan penelitian berbasis lingkungan dan sosial. “Kami berharap bahwa kolaborasi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap pengelolaan limbah industri secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan sosial dan pendidikan di sekitar wilayah operasi PT BAI,” ujarnya.
Direktur PT Borneo Alumina Indonesia menambahkan bahwa pihaknya sangat berkomitmen dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan. “Kerja sama dengan LPPM Untan ini merupakan bagian dari visi kami untuk tidak hanya meminimalkan dampak lingkungan, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat lokal,” jelasnya.
Kerja sama ini mencakup sejumlah program penelitian dan pengembangan teknologi untuk pengelolaan limbah tailing, yang sering menjadi tantangan besar dalam industri pertambangan. Selain itu, proyek ini juga akan melibatkan penelitian tentang dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan operasional PT BAI di wilayah tersebut, dengan tujuan menciptakan model keberlanjutan yang efektif.
Dengan adanya perjanjian ini, diharapkan dapat tercipta sinergi antara sektor industri, pendidikan, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di Kalimantan Barat.
Post Views: 127